perbedaan validasi verifikasi
5 Januari 2022 Oleh Prima Nursyami 0

Perbedaan Validasi dan Verifikasi Metode Analisis Laboratorium

Mengacu kepada ISO 17025:2017, dalam artikel kali ini kita akan membahas perbedaan validasi dan verifikasi metode analisis. Dua istilah ini biasanya selalu berdampingan di dalam laboratorium. Misalnya, ketika kita mencantumkan kata “validasi” di dalam judul sebuah prosedur, maka biasanya kita akan mengikutkan kata “verifikasi” juga.

Kalau penyebutan kedua istilah ini selalu bersama, artinya di antara mereka pasti ada persamaan dan perbedaannya. Untuk itu, agar tidak terjadi kesalahan di dalam implementasi di laboratorium, maka kita harus memahami persamaan dan perbedaan kedua istilah ini dengan baik.

Validasi dan Verifikasi Metode Menurut ISO 17025:2017

Menurut ISO 17025 versi terbaru 2017 yang saya terjemahkan langsung poin 3.9, validasi yaitu: “verifikasi, yang ketika sebuah persyaratan yang sudah ditetapkan, memadai untuk penggunaan lain”. Sebentar, Anda pasti punya pertanyaan baru, kenapa ada istilah verifikasi di dalam definisi validasi? Silahkan baca seluruh artikel ini agar Anda dapat memahaminya.

Lalu bagaimana dengan pengertian verifikasi? Menurut ISO 17025 tahun 2017 klausul 3.8, “verifikasi yaitu penyediaan bukti objektif atas parameter-parameter tertentu, yang memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan”.

Kembali lagi kepada istilah validasi, kali ini coba kita lengkapi dengan istilah verifikasi yang sudah kita kembangkan. Validasi menurut ISO 17025:2017 adalah “penyediaan bukti objektif atas parameter-parameter tertentu, yang memenuhi persyaratan. Yang mana ketika sebuah persyaratan yang sudah ditetapkan, memadai untuk penggunaan lain.”

Perbedaan Validasi dan Verifikasi Metode Berdasarkan Definisi ISO 17025

Baiklah, setelah sebelumnya saya uraikan definisi validasi dan verifikasi menurut ISO 17025:2017, kini saatnya saya simpulkan apa saja persamaan dan perbedaan di antara keduanya.

ValidasiVerifikasi
1. Persyaratan (contohnya RSD <15%)1. Persyaratan (contohnya RSD <15%)
2. Parameter uji (contohnya uji bias)2. Parameter uji (contohnya uji bias)
3. Penyediaan bukti objektif3. Penyediaan bukti objektif
4. Penggunaan metode berbeda dengan maksud awal4. Penggunaan metode sesuai maksud awal

Validasi dan verifikasi itu pada umumnya adalah sama, seperti yang saya uraikan. Hanya berbeda pada tujuan penggunaan metode yang menjadi objek dari validasi atau verifikasi.

Ketika kita akan menggunakan metode standar yang sudah rilis, sesuai dengan maksud dari metode tersebut maka kita hanya perlu melakukan verifikasi. Sedangkan jika kita bermaksud untuk menggunakan metode tersebut untuk maksud yang lain (tidak sesuai dengan maksud awal dari metode standar) maka kita perlu melakukan validasi.

Sebagai contoh, ketika SNI merilis metode dengan judul “pengujian besi menggunakan AAS” dan kita akan menggunakan metode tersebut untuk menguji besi menggunakan AAS, maka kita perlu melakukan verifikasi. Namun jika kita menggunakan metode tersebut untuk melakukan pengujian perak, maka terlebih dahulu kita perlu melakukan validasi.

Jika Anda sudah memahami apa saja persamaan dan perbedaan dari validasi dan verifikasi, maka saatnya Anda mempelajari syarat validasi metode analisis berdasarkan ISO 17025:2017. Pahami juga interval validasi dan verifikasi, seperti apakah validasi dan verifikasi harus diperbarui secara berkala? Setiap tahun? Karena hal ini pun sering menjadi perdebatan di antara para pelaku laboratorium.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda, ikuti Ahlilaboratorium dengan cara berlangganan agar Anda tidak ketinggalan dengan informasi terkini dan juga promo pelatihan eksklusif.